
Poems
Tak begini harusnya . . .
Harusnya tlah jauh kutinggal
Dia dibawah puncak sana
Membiarkan menangis sendiri
Biasanya kutlah di puncak sana
Kenapa malah kutelapak kakinya
Perih hatiku
Dan sedih berkabut
Dalam setiap nafasku
Di arah kakiku ini
Terbayangkan sebuah luka nanti
Jika hati tak menarik lagi
Lagi,kuingin menangis waktu itu juga
Lagi, kuingin sesali selama ini
Sekrang . . .
Ada waktu tuk bicara
Ada tempat mendengarkan
Kuambil atau jauhilah saja.
Bukaknkah itu lebih menarik?
Selasa sore, 2 juni 2009
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar