Jumat, 05 Juni 2009



rumahku tanpa jendela
Rumahku,rumah tanpa jendela
Pernah suatu waktu kumenangis dalam kesendirian
Tak ada sapa, pun dekapan hangat tlah pudar
Sempat kubertanya pada bulan
Dia hanya diam memendam bahasa
Bintang dan mentari juga pernah kusinggahi
Tuk sedikit terpaut
Yang kudapat hanya sinar yang membuat mata kelabu

Disini, di tempat ini
Tlah lama kuhuni dengan sepasang merpati warna putih
Disini. Di rumah ini
Dulu kumulai tangis dan tawaku

Dan sekrang, bak tak berpenghuni
Hitam pekat dan aku takut
Takut sendiri

Rumahku, rumah yang tlah lama tak bercendela

Duhai bapa yang pergi entah dimana
Duhai bunda yang sejenak lagi entah dimana
Lihatlah erling mataku
Tataplah wajah sayu ini
Yang tlah mengeluarkan air mata
Dan sebentar lagi, air mata ini akan kering dimakan waktu
Seperti kemarau yang singgahi halaman rumahku
Malam dan siang terus kuhitung tanpa lelah
Ujng jemari yang kupunya bahkan kurang tuk menjumlahnya

Bunda dan bapa
Lihatlah sekrang
Sekarang rumahku tampa jendela
Dan kuingin jendela itu ada, segera!


Yogayakarta, 05 juni 2009

2 komentar: